“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”. (Al-Baqarah: 45-46)

Minggu, 08 Juli 2012

UNTUK APA KITA HIDUP ?

            Pernahkan anda mempertanyakan untuk apa hidup ini? Pernahkah terlintas apa hakekat hidup ini ? aktivitas sehari – hari seringkali melalaikan kita dari merenungkan arti dari hidup yang sebernanya. Padahal sebenarnya hanya satu tujuan Alloh SWT menciptakan manusia didunia ini, tidak lain hanya untuk menyembah dan beribadah kepadaNya.

 “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia, kecuali hanya untuk menyembahKu.” (QS. Adz-Dzariyat : 56)

           Alloh adalah pencipta segala sesuatu, Alloh yang menciptakan kita dan seluruh isi jagad ini. Alloh mewajibkan seluruh jin dan manusia untuk menaatiNya dan Dia tidak berharap balasan dari mereka, Dia tidak menginginkan jin dan manusia memberikan makan kepadaNya, mengapa? Sebab Dia-lah Pemilik segalanya, sehingga Dia semata yang mampu memberikan rejeki, Dia-lah yang memberikan rejeki kepada makhlukNya, Dia memiliki kekuatan yang sangat kokoh, tiada satupun yang menyamainya, apalagi menandinginya. Alloh berfirman : 

 “Sesungguhnya Alloh, Dialah Sang Mahapemberi rejeki, Sang Pemilik kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (QS. Adz-Dzariyat : 58)

         Alloh menciptakan manusia dan seluruh makhluknya dari ketiadaan, lalu Alloh bekali manusia dengan kenikmatan dunia. Anehnya, ada yang lalai untuk mensyukuri nikmat yang diberikanNya. Padahal hanya amal sholihlah yang akan selalu dibawa melekat sampai akhirat. Amal sholih yang kekal, harta yang akan terjungkal, takkan pernah bisa dijadikan bekal, menembus siksa yang menghilangkan akal. Bergegaslah menuju surge dan ampunan Alloh dengan beramal, agar tidak menyesal dalam kehidupan kekal, yang ketika itu tiada lagi kesempatan untuk beramal, harta tak berharga dan ketika tak ada lagi tempan untuk menjadi teman berbagi derita. Maka jadikanlah Dunia untuk Akhirat! Kehidupan sebenarnya adalah akhirat, bukan dunia. Dunia adalah seperti tempat berlabuh sememtara dalam rangka mengumpulkan bekal untuk menjalankan dunia akhirat yang kekal. Dunia terlampau indah yang kerap mengecoh pandangan manusia untuk berbuat amal sholeh. Alloh ciptakan semua ini, agar manusia beribadah kepada Alloh, agar manusia menyembahNya dengan bekal fasilitas-fasilitas yang telah Alloh sediakan. Alloh SWT berfirnan : 

 “ Sesungguhnya Aku menurunkan harta agar shalat ditegakkan, zakat ditunaikan. Seandainya anak keturunan Adam sudah memiliki satu lembah emas, pasti dia senang bila ia memiliki dua lembah emas, bila ia memiliki dua lembah emas, pasti dia senang bila ia memiliki tigs lembah emas. Dan tidak ada yang dapat memenuhi kerongkongan anak keturunan Adam kecuali tanah, kemudian Alloh mengampuni siapa yang meminta ampunan (kepada-Nya).” (Shahih: Shahih Al-Jami’ no. 1781; Silsilah Al-Ahadist Ash-Shahihah no.1639)

       Sadarilah selalu, bahwa yang paling dekat dengan hidup adalah mati. Kematian selalu menjelang, Akhiratpun sudah terbentang. Sudahkah kita siap untuk menjalani kehidupan panjang yang tidak memiliki gerbang untuk keluar darinya? 

~ diambil dan disusun dari berbagai sumber ~

2 komentar:

Dwi Haryanti mengatakan...

ahsan yaa ukhtii. :D

CacaayvBlog mengatakan...

Terimakasih mb dwi :) Mudah2n bgtu jga dg karya2mu :)